Pengaruh Literasi Teknologi Digital Pada Mahasiswa Di Indonesia

Era industri 4.0 mendorong kita untuk menggunakan perangkat maupun informasi secara teknologi. Dimana industri 4.0 atau juga yang biasa dikenal dengan istilah Cyber Physical Systemini sendiri merupakan sebuah fenomena dimana terjadinya kolaborasi antara teknologi siber dengan teknologi otomatisasi. Pada era industri 4.0 Informasi dapat digunakan baik sebagai sarana hiburan, permainan, pengetahuan maupun pendidikan. Setiap orang yang menggunakan perangkat teknologi seperti komputer maupun telepon pintar, yang mana pasti mempunyai kecenderungan untuk mengakses internet untuk berbagai kebutuhannya. Salah satu era industri 4.0 adalah era teknologi digital.   

Era teknologi digital adalah salah satu era atau zaman pada kehidupan yang telah mengalami kondisi kemajuan yang cukup pesat dan mengarah ke bentuk teknologi digital. Era teknologi digital telah membawa berbagai perubahan yang baik sebagai dampak positif yang bisa digunakan sebaik-baiknya. Era teknologi digital lahir dengan adanya digitalisasi yang mana jaringan internet khusus nya teknologi informasi internet media massa yang telah beralih ke media baru atau internet karena ada pergeseran budaya dalam sebuah penyampaian informasi. Seperti kemampuan teknologi digital yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan informasi secara mudah dan cepat. Teknologi digital akan terus berkembang maju, jadi sudah sebaiknya mahasiswa menguasai dan mengendalikan teknologi digital ini agar dapat memanfaatkanya dengan baik dan memberikan dampak yang positif bagi diri sendiri dan orang lain.

Kompetensi literasi digital berguna untuk menghadapi informasi dari berbagai sumber digital yang terus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi sebagai dampak dari fenomena konvergensi media. Menurut Preston dalam Sugihartati tahun 2014 menjelaskan konvergensi media sebagai proses penggabungan berbagai media massa dan teknologi informasi ke dalam satu perangkat teknologi yang makin memudahkan pemiliknya yang mana salah satunya adalah mahasiswa untuk mengakses berbagai informasi dan tayangan. Jadi konvergensi lebih diartikan sebagai integrasi dari fungsi berbagai media ke dalam satu media baru yang lebih canggih. Media baru yang dimaksud dikhususkan pada media teknologi digital berbasis internet atau world wide web (www). Kemunculan internet inilah yang akhirnya memicu terjadinya ledakan informasi. Hal ini berhubungan dengan karateristik internet yang mampu menghubungkan informasi dari berbagai belahan bumi sehingga persebaran informasi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Selain itu, melalui internet mahasiswa dapat dengan mudah melakukan pencarian informasi dengan memanfaatkan media digital yang dimilikinya tanpa ada batasan jarak dan waktu faktanya, pengguna internet dewasa ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dapat diketahui berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menyatakan bahwa hingga tahun 2013 terdapat sejumlah 71,19 juta pengguna internet di Indonesia. Data terakhir (APJII, 2015) menunjukkan bahwa total pengguna internet di Indonesia sebesar 88,1 juta orang. Pengguna internet paling banyak berada di Indonesia Bagian Barat, khususnya Pulau

Penting bagi mahasiswa memahami apa itu Literasi dan literasi teknologi digital. Literasi adalah keahlian seseorang dalam menyimak, berbahasa, membaca, mencatat dan memahami yang mana digunakan untuk berkoneksi menggunakan gaya yang serasi dengan arahnya. Literasi sendiri berasal dari istilah latin 'literature' dan bahasa inggris 'letter' yang mana literasi merupakan kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Namun lebih dari itu, makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual seperti adegan, video dan gambar.kemampuan literasi yang baik menentukan capaian akademik mahasiswa dalam perkuliahan Kegiatan literasi sendiri dapat menambah wawasan pengetahuan kepada masyarakat Indonesia termasuk mahasiswa.

Sementara literasi teknologi digital adalah literasi pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya Literasi digital atau disebut juga dengan literasi informasi digital merupakan suatu konsep yang menjelaskan mengenai konsep literasi di era digital. Literasi digital dijelaskan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dari berbagai format. Gilster menjelaskan bahwa konsep literasi bukan hanya mengenai kemampuan untuk membaca saja melainkan membaca dengan makna dan mengerti. Literasi digital mencakup penguasaan ide-ide, bukan penekanan tombol. Seseorang yang berliterasi digital perlu mengembangkan kemampuan untuk mencari serta membangun suatu strategi dalam menggunakan informasi yang ada serta bagaimana menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhan informasinya.

Karena perkembangan teknologi digital yang sangat cepat pastinya mempunyai manfaat yang sangat berpengaruh dan berguna bagi mahasiswa. Berbagai bidang di kehidupan mahasiswa atau masyarakat sekarang sudah mulai menerapkan berbagai perangkat teknologi digital untuk memudahkan pekerjaan dan komunikasi. Manfaat dari teknologi digital bagi mahasiswa adalah mahasiswa dapat dengan mudah untuk mengakses serta membedakan sumber-sumber jurnal atau penulis yang ingin digunakan baik untuk tugas atau referensi yang baik dan benar.  Hari ke hari perkembangan teknologi semakin berkembang pesat, akses untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi bisa mahasiswa dapatkan secara cepat dan mudah. Salah satunya internet yang sudah menjadi teman setia kita dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, mulai dari melihat prakiran cuaca hingga membaca berita di situs online. Dengan mudahnya akses ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengunggah informasi dengan sangat mudah hanya dengan satu sentuhan saja. Oleh karena itu mahasiswa harus membekali diri supaya lebih kritis dalam menerima informasi yang didapat, karena tidak semua informasi itu bisa dibuktikan kebenarannya. Untuk itu mahasiswa perlu membekali dan mengedukasi diri agar informasi yang belum bisa dibuktikan kebenarannya itu tidak menyebar luas dengan cara literasi digital.

Menurut Fitria pada tahun 2013 kendala dalam literasi digital mahasiswa di Indonesia mengatakan bahwa media literasi digital adalah sesuatu kemampuan yang memiliki kaitan dengan sebuah sumber dan perangkat- perangkat digital. Dan hasil dan pembahasan mengenai beberapa kendala yang didapatkan dari beberapa jurnal yang membahas mengenai literasi digital mahasiswa di Indonesia yaitu adanya kendala di jaringan-jaringan internet yang tidak stabil, kuota atau data internet, permasalahan dalam ekonomi, dan adanya keterbatasan simpulan informasi yang luas bisa menjadi sebuah hambatan.

Di lingkungan mahasiswa, penggunaan komputer, komputer jinjing, maupun telepon pintar seakan tak terpisahkan dalam keseharian mereka. Penggunaan perangkat digital, terutama telepon pintar dipergunakan tidak hanya untuk saling berkomunikasi dengan orang lain, tetapi sudah lebih banyak dipergunakan untuk keperluan lain, seperti mencari infomasi, permainan, pembelajaran, dan lain-lain. Penggunaan perangkat digital dilingkungan pendidikan tinggi seperti universitas mempunyai dampak perubahan yang sangat bermakna. Pencarian literasi melalui internet mempermudah setiap mahasiswa untuk dapat mengakses setiap literasi di seluruh dunia. Penerimaan informasi menjadi lebih mudah, cepat dan murah. Dalam hitungan menit dan jam, mahasiswa dapat mengumpulkan literasi baik secara gratis maupun berbayar.

Dari beberapa hasil jurnal yang ditemukan terdapat beberapa wawancara mengenai faktor yang menjadi kendala atau hambatan dalam literasi digital mahasiswa di Indonesia yang pertama yaitu berkaitan dengan jaringan yang kurang atau tidak stabil, yang terkadang menjadi putusnya jaringan pada internet. Karena dari beberapa jurnal yang ditemukan penggunaan jaringan pada internet sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dalam mendapatkan informasi, dan para mahasiswa juga dalam pendidikannya tidak luput dari jaringan internet yang bisa dikoneksikan dimanapun dan kapanpun yang mereka inginkan. Terlebih dalam keadaan pandemi yang pernah dialami menyebabkan beberapa pembelajaran yang dilakukan mahasiswa pasti diadakan secara online yang mengharuskan memiliki jaringan internet yang baik ataupun memadai. Ke-dua yang menjadi kendala atau hambatan dalam literasi digital mahasiswa di Indonesia yaitu dengan mengharuskannya mahasiswa memiliki kuota atau data internet agar dapat terkoneksi dengan baik untuk bisa mengaplikasikan literasi digital secara efektif. Karena kuota atau data internet memang sangat berpengaruh penting bagi para mahasiswa agar dapat mengakses pembelajaran di internet. Ke-tiga yang menjadi kendala atau hambatan dalam literasi digital mahasiswa di Indonesia yaitu permasalahan dalam ekonomi karena dalam permasalahan ekonomi menyebabkan beberapa mahasiswa tidak dapat membeli kuota atau data internet untuk dapat mengakses atau mengaplikasikan dalam mencari informasi di dalam internet yang menjadi sebuah pembelajaran bagi para mahasiswa terlebih dalam keadaan pandemi saat ini yang menyebabkan faktor ekonomi yang menurun di Indonesia menjadi sebuah dampak yang sangat besar bagi mahasiswa di Indonesia dalam literasi digital. Ke-empat yang menjadi kendala atau hambatan dalam literasi digital mahasiswa di Indonesia yaitu adanya keterbatasan simpulan informasi yang luas bisa menjadi sebuah hambatan, karena keterbatasan simpulan dari sebuah informasi yang luas menyebabkan beberapa mahasiswa kebingungan dalam mengambil sebuah kesimpulan yang terbatas karena luasnya informasi, juga yang akhirnya menjadi sebuah hambatan atau kendala terhadap para mahasiswa dalam menggunakan literasi digital.

Menurut Setiyani pada tahun 2010, mengatakan bahwa media komunikasi internet dapat memberi kemudahan bagi yang menggunakannya dalam kegiatan belajar mengajar di tingkat perguruan tinggi dan menciptakan komunikasi dua arah antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini menunjukkan bahwa baik mahasiswa maupun dosen diharapkan memiliki kemampuan untuk memanfaatkan media komunikasi internet. Kompetensi literasi digital sangat dibutuhkan oleh mahasiswa agar mereka dapat bersikap kritis dalam menyikapi informasi yang didapatkan, dan kemampuan ini dibutuhkan sebagai jembatan antara kebutuhan informasi dan kebutuhan informasi edukasi yang baik. Dalam sebuah penelitian terhadap 122 mahasiswa aktif STKIP Aisyiah Riau didapatkan hasil kompetensi literasi digital mahasiswa dengan aspek pencarian di internet menggambarkan bahwa mahasiswa sudah bisa dan terbiasa menggunakan teknologi digital dalam menyelesaikan tugas maupun hal lainnya. Mahasiswa juga memiliki kompetensi yang tinggi dalam mengolah dan menganalisis informasi yang didapatkan sesuai dengan kebutuhan mereka. Menurut Tang & Chaw (2015) agar teknologi dapat dimanfaatkan dengan efektif dalam pembelajaran, individu harus mencapai tingkat literasi digital tertentu. Kemampuan literasi digital bukan hanya mengetahui cara penggunaan teknologi, tetapi memiliki keterampilan berpikir kritis dan mampu mengolah informasi secara tepat. Kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan literasi mengakomodasi kegiatan belajar yang berfokus pada pencarian informasi dari berbagai sumber baik dari media cetak maupun digital. Tingkat kemampuan literasi digital dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Perbedaan tingkat literasi digital seseorang dapat dikarenakan oleh kesenjangan digital, dimana terdapat perbedaan kepemilikan dan kemampuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Saat ini mahasiswa adalah generasi milenial yang sejak lahir dunia sudah menjadi sangat digital dan urban. Dalam pemanfaatannya, teknologi digital harus disertai dengan kemampuan literasi digital yang baik, agar teknologi bisa digunakan dengan maksimal dan positif. Tidak dapat dihindari bagi mahasiswa untuk memiliki kemampuan literasi digital, tidak hanya kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, tetapi juga kemampuan menavigasi informasi dan pengetahuan untuk pembelajaran dan kinerja akademis dalam lingkungan serba digital (Kim, 2019). Era digital kini membuka peluang yang besar bagi mahasiswa untuk maju dan berkembang. Literasi digital memiliki pengaruh pada kompetensi inti mahasiswa dan kinerja pekerjaan di masa depan yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang ditingkatkan teknologi digital (Pirzada and Khan, 2013; Vrana, 2016). Kompetensi inti mahasiswa didasarkan pada hard skill yang terkait dengan keterampilan kognitif dan pengetahuan utama akademik, dan soft skill yang terkait dengan keterampilan non-kognitif seperti problem solving, komunikasi, pengembangan diri, dan manajemen. Pengenalan literasi digital pada dunia akademik bisa dimulai dari sosialisasi kurikulum literasi (Sabrina, 2019). Rahmi dan Cerya pada tahun 2020 berpendapat bahwa perguruan tinggi perlu merespon secara aktif terkait kondisi pergeseran menuju era digital ini. Tantangan tersebut perlu diatasi dengan meningkatkan kompetensi mahasiswa terkait keterampilan literasi digital.

Pemanfaatan teknologi digital harus disikapi dengan serius, menguasai, dan mengendalikan peran teknologi dengan baik agar era digital membawa manfaat bagi kehidupan. Pendidikan harus menjadi media utama untuk memahami, mengusai dan memperlakukan teknologi dengan baik dan benar. Anak-anak, remaja baik mahasiswa sendiri pun  harus diberikan pemahaman terhadap teknologi digital agar tidak terdampak sisi negatif dari teknologi digital. Begitu juga dengan orang tua, agar dapat mengontrol sikap anak-anaknya terhadap teknologi dan menggunakannya dengan baik dan benar, namun disisi lain dampak negatife dari teknologi digital ini sangatlah memprihatinkan khususnya pada perubahan karakter dan mental. Salah satu pengaruh negatifnya adalah mahasiswa kurang bergaul dengan temannya, mengurangi interaksi antar sesama, mudah mengakses video pornografi, bullying melalui teknologi sehingga menjatuhkan mental. Akses terhadap pornografi dan pornoaksi membuat mahasiswa yang mengakses dan melihatnya mengalami perubahan mental yang mengkhawatirkan khususnya pada pergaulannya yang mengarah pada seks bebas.

Budaya literasi digital mengacu pada seperangkat norma, praktik, dan pemahaman bersama yang ada di antara orang-orang yang menggunakan teknologi. Mahasiswa Indonesia telah menggunakan komputer dan internet sejak lama, dan dengan demikian, mereka telah mengembangkan budaya literasi teknologi digital yang unik. Dalam budaya ini, mahasiswa belajar bagaimana menggunakan teknologi untuk mengakses informasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Apalagi budaya ini memiliki manfaat bagi pelajar Indonesia salah satuya adalah mahasiswa, seperti memberi mereka keuntungan dalam perekonomian abad ke-21. Penting untuk memahami apa arti budaya literasi digital di Indonesia sebelum mempelajari bagaimana mahasiswa Indonesia menggunakan teknologi. Di Indonesia, literasi digital dipandang sebagai keterampilan penting yang harus dipelajari semua mahasiswa sebelum duduk di bangku perkuliahan.

Dengan memiliki budaya literasi digital, mahasiswa Indonesia dapat mengakses informasi dan berkomunikasi secara efektif menggunakan teknologi. Selain itu mahasiswa Indonesia dapat belajar bagaimana menggunakan teknologi untuk memecahkan masalah dan terlibat dalam tugas yang kompleks. Misalnya pada salah satu mahasiswa dapat menggunakan teknologi untuk meneliti informasi, menulis esai, dan berpartisipasi dalam diskusi online. Cara pelajar Indonesia salah satunya mahasiswa yang telah duduk di bangku perkuliahan dalam menggunakan teknologi juga penting untuk dipahami. Mahasiswa di Indonesia menggunakan teknologi dengan cara yang sangat  berbeda dari mahasiswa di negara lain. Misalnya pada salah satu mahasiswa Indonesia sering hadir secara fisik saat menggunakan teknologi. Artinya, pelajar Indonesia sering online dan berinteraksi dengan orang lain secara real time.

Manfaat memiliki budaya literasi digital bagi mahasiswa di Indonesia sangat nyata. Mahasiswa di Indonesia memiliki dasar yang kuat dalam literasi digital, yang memungkinkan mereka berkembang dalam ekonomi abad ke-21. Selain itu, mahasiswa Indonesia dapat mengakses informasi dan berkomunikasi dengan orang lain menggunakan teknologi. Apalagi mahasiswa Indonesia yang mampu memecahkan masalah dengan menggunakan teknologi. Akibatnya, mahasiswa di Indonesia dapat memiliki keunggulan dibandingkan mahasiswa yang tidak memiliki budaya literasi digital sama sekali.

Dari pembahasan yang telah diuraian diatas, dapai disimpulkan bahwa pengaruh literasi teknologi pada mahasiswa memiliki dampak posistif dan negatif. Adapun dampak positif adalah mahasiswa dapat dengan mudah untuk mengakses serta membedakan sumber-sumber jurnal atau penulis yang ingin digunakan baik untuk tugas atau referensi yang baik dan benar, mendapatkan informasi bisa mahasiswa dapatkan secara cepat dan mudah menggunakan internet Oleh karena itu mahasiswa harus membekali diri supaya lebih kritis dalam menerima informasi yang didapat, karena tidak semua informasi itu bisa dibuktikan kebenarannya. dan adapun dampak negatifnya adalah Salah satu pengaruh negatifnya adalah mahasiswa kurang bergaul dengan temannya, mengurangi interaksi antar sesama, mudah mengakses video pornografi, bullying melalui teknologi sehingga menjatuhkan mental. Akses terhadap pornografi dan pornoaksi membuat mahasiswa yang mengakses dan melihatnya mengalami perubahan mental yang mengkhawatirkan khususnya pada pergaulannya yang mengarah pada seks bebas.

Adapun mengenai beberapa kendala yang didapatkan dari beberapa jurnal yang membahas mengenai literasi digital mahasiswa di Indonesia yaitu adanya kendala di jaringan-jaringan internet yang tidak stabil, kuota atau data internet, permasalahan dalam ekonomi, dan adanya keterbatasan simpulan informasi yang luas bisa menjadi sebuah hambatan.

 

 

Referensi

 

Berkman, N., Terry, D., & McCormack, L. (2010). Health Literacy: What is it?. Jurnal of Health Communication, 15: 9-19.

 

Fitryarini, I. (2016). Literasi Media Pada Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman. Jurnal Komunikasi Vol. 8,No. 1,Juli 2016, Hal 51-67, 55 – 59.

 

Kim, Kyu Tae. (2019). “The Structural Relationship among Digital Literacy, Learning Strategies, and Core Competencies among South Korean College Students.” Educational Sciences: Theory and Practice 19(2):3–21. doi: 10.12738/estp.2019.2.001.

 

Ortiz DN., 2021, Digital Health Literacy, online, https://www.who.int/globalcoordination-mechanism/workinggroups/digital_hl.pdf , akses 07-12- 202.

 

Pirzada, Kashan, and Fouzia Naeem Khan. (2013). “Measuring Relationship between Digital Skills and Employability.” European Journal of Business and Management 5(24):124–33.

 

Sabrina, Anisa Rizki. (2019). “Literasi Digital Sebagai Upaya Preventif Menanggulangi Hoax.” Communicare : Journal of Communication Studies 5(2):31–46.

 

https://fe.umrah.ac.id/archives/1886

 

https://www.kompasiana.com/dyahmaghifiroh7444/5b4f4fdfbde575632d0f6c42/dampak-literasi-media-digital-di-kalangan-mahasiswa

Komentar

  1. Penelitian dan hasil nya sangat memuaskan , sangat membantu saya. Terimakasih kak riiin🙏

    BalasHapus
  2. wahh kerenn bangett informasiinya sangat bermanfatttt :)

    BalasHapus
  3. Bagus nih,buat nambah wawasan 👍

    BalasHapus
  4. tulisannya bagus sekali riin 🥰

    BalasHapus
  5. sangat bermanfaat tulisannya

    BalasHapus
  6. masyaallah informasinya sangat berkah dan bermanfaat

    BalasHapus
  7. hebat, semangat untuk maju terus

    BalasHapus
  8. semoga lebih bisa di tingkatkan lagi,semangat

    BalasHapus
  9. Informasi yang bermanfaat sekali menambah wawasan kita semua semangat terus bunda semoga sukses terima kasih

    BalasHapus
  10. Informasi yang bermanfaat sekali menambah wawasan kita semua, tetap semangat selalu anak Q
    semoga sukses

    BalasHapus
  11. MasyaAllah hasil nya sngat memuas kan,,

    BalasHapus
  12. Terimakasih informasinya

    BalasHapus
  13. BAGUS BUANGET🤩🤩🤩🤩🤩

    BalasHapus
  14. Masya allah buat menambah wawasan sangat bermanfaat semangat kk ulan

    BalasHapus
  15. Informasi yg sangat bermanfaat semangat trus KK ulan

    BalasHapus
  16. informasi yg sangat bgs izin share kk

    BalasHapus
  17. Terimakasih infonya kak

    BalasHapus
  18. wah bagus sekali, terimakasih info nya!! 💗🧚🏻‍♀

    BalasHapus
  19. kerennn bgt, terimakasihh bisa bgt buat nambah wawasan🥰

    BalasHapus
  20. keren sekalii, sangat membantu

    BalasHapus
  21. Bagus sekali, infonya bermanfaat

    BalasHapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  23. Keren kakk, informasinya sangat bermanfaat👍🏼🤩

    BalasHapus
  24. Bagus info nya. Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  25. MaasyaAllah keren banget👍

    BalasHapus
  26. Sangat bermanfaat👍🏼

    BalasHapus
  27. Kereeeen bgt
    Sukses terus yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga berhasil ulan doa dari mak cik

      Hapus

Posting Komentar